Gagal Ginjal Kronik

Gagal ginjal adalah kondisi dimana ginjal kehilangan kemampuan untuk dapat menyaring zat sisa dari darah dengan baik. Ginjal merupakan organ pada bagian bawah punggung dan pada sisi tulang belakang dengan fungsi dalam mengeluarkan racun dan menyaring darah dalam tubuh. Organ ini akan mengirim racun melalui kantung kemih sehingga racun terbuang saat membuang air kecil. Gagal ginjal memiliki lima jenis, seperti gagal ginjal prerenal akut dimana kondisi yang membuat aliran darah menuju ginjal tidak mencukupi yang dapat diobati oleh dokter jika ditemukan penyebabnya.

Terdapat juga gagal ginjal intrinsik akut dimana kondisi ini memberikan trauma pada ginjal yang disebabkan oleh kecelakaan maupun dampak fisik. Kondisi ini juga disebabkan oleh banyaknya iskemia dan racun sehingga asupan oksigen menuju jantung menjadi berkurang. Gagal ginjal prerenal kronis merupakan kondisi darah menuju ginjal pada waktu tertentu tidak mencukupi sehingga jantung akan kehilangan kemampuannya berfungsi. Gagal ginjal intrinsik kronis merupakan kondisi kerusakan dalam waktu yang panjang sehingga akan membuat trauma langsung pada ginjal sehingga akan mengalami pendarahan dan kekurangan oksigen. Gagal ginjal post renal kronis merupakan kondisi jangka panjang yang membuat buang air kecil dan tekanan hingga akhirnya merusak ginjal.

Berikut adalah resiko dari gagal ginjal kronis:

  • Usia yang semakin bertambah akan meningkatkan resiko dari penyakit ini.
  • Etnisitas dengan suku asli Amerika, Afrika, Amerika memiliki resiko tinggi dibandingkan ras suku lainnya.
  • Jenis kelamin pria memiliki resiko tinggi dibandingkan wanita.
  • Riwayat kesehatan keluarga dimana pemicunya adalah tekanan darah dan diabetes sehingga akan memicu gagal ginjal kronis.
  • Kebiasaan dalam mengonsumsi makanan dengan kandungan lemak dan protein.
  • Penggunaan obat yang dapat merusak ginjal seperti antiobuotik NSAIDS.

Gagal ginjal kronik merupakan kerusakan gangguan pada fungsi renal yang progresif dan irreversible sehingga keseimbangan tubuh dalam mempertahankan metabolisme dan cairan yang ada tubuh gagal sehingga akan menyebabkan uremia pada penderitanya. Gagal ginjal kronik terdiri atas 3 stadium. Stadium I dengan kondisi penurunan cadangan ginjal, selama stadium ini kreatinin serum dan kadar BUN normal. Penderita asimtomatik gangguan fungsi ginjal diketahui dengan tes pemekatan urine yang lama. Stadium II memiliki kondisi insufisiensi ginjalyang memiliki presentase lebih dari 75% dari jaringan telah rusak. Azotemia ringan kecuali jika stress (infeksi, payah jantung), nokturia dan poliuria karena gagal pemekatan. Stadium III dengan kondisi uremia dimana 90% massa nefron telah hancur. GFR 10% dari normal, krelin kreatinin < 5-10 ml/menit. BUN dan kreatinin meningkat sangat menyolok.

Berikut makanan untuk diet ginjal:

  • Kembang kol dengan vitamin C, K dan B folat akan menjadi senyawa antiinflamasi.
  • Putih telur dengan kandungan fosfor banyak sehingga akan menyediakan sumber protein yang tinggi.
  • Bawang putih dengan alternatif makanan sebagai pengganti garam.
  • Bawang merah dengan alternatif penambah rasa yang memiliki kandungan vitamin B dan C.

Gagal ginjal adalah penyakit yang dapat meningkat dengan resiko penyakit hati, darah tinggi, penyumbatan pada pembuluh darah, diabetes dan gagal jantung. Untuk mengobati gagal ginjal maka hindari makanan berprotein tinggi, menjaga tekanan darah secara teratur, melakukan transfusi darah jika terjadi anemia, menghentikan penggunaan obat tertentu, menjalani pengobatan infeksi maupun gagal jantung. Pengobatan di rumah dapat dilakukan dengan menjaga berat badan, menjaga asupan makanan, olahraga teratur dan konsultasi dengan dokter.

Similar Posts