Subsektor Ekonomi Kreatif yang Dimiliki Indonesia

Indonesia mengembangkan berbagai macam subsektor ekonomi kreatif yang jumlahnya puluhan lebih. Hal itu cukup istimewa karena negara lain biasanya cuma fokus ke beberapa subsektor. Tapi pemerintah tahu kalau Indonesia punya potensi berupa masyarakat dan kekayaan budaya.

Apa Itu Subsektor di Bidang Ekonomi Kreatif? 

Pengertian subsektor ekonomi kreatif merujuk pada kumpulan program yang berhubungan dengan bidang tertentu. Ekonomi kreatif sebagai konsep yang bertumpu pada kreativitas dan informasi punya beberapa subsektor yang sudah dipetakan.

Pembagian subsektor membuat pemerintah lebih mudah mengendalikan dan mengembangkan. Pegiat ekonomi kreatif juga bisa fokus masuk ke salah satu yang sesuai keahlian.

14 Subsektor yang Dikembangkan di Indonesia   

  • Fashion

Perkembangan fashion cenderung meningkat terus. Fashion selalu jadi salah satu subsektor yang punya kontribusi besar. Nominalnya fantastis lho karena bisa sampai 160 triliun rupiah lebih.

Jenis fashion yang paling diminati adalah baju batik, baju muslim dan outfit lain yang ngikutin trend. Demi terus meningkatkan industri fashion, pemerintah semakin giat merencanakan usaha-usaha yang strategis. 

  • Arsitektur

Pembangunan dan penonjolan kebudayaan adalah sisi penting yang dihasilkan dari subsektor arsitektur. Butuh perencanaan yang kreatif dan inovatif dari arsitektur untuk membuat produk yang mencerminkan kearifan lokal dan budaya bangsa.

Pertumbuhan ekonomi bisa didorong oleh industri arsitektur. Sebab, tiap ada proyek pembangunan pasti butuh banyak tenaga kerja. Kalau jumlah arsitek makin bertambah, lebih banyak proyek pembangunan yang bisa ditangani sehingga lowongan kerja akan bermunculan. 

  • Aplikasi

Jangan beranggapan kalau aplikasi di handphone nggak punya kontribusi ke ekonomi negara, lho. Ya, asalkan aplikasi itu asli dibuat dan dikembangkan oleh anak bangsa.

Bahkan Indonesia ada di top 3 sebagai negara yang punya potensi di bidang application economy. Dampaknya positifnya cukup besar yaitu membuka lowongan pekerjaan, meningkatkan nilai ekonomi dan membuat hidup lebih praktis. 

  • Desain Interior

Subsektor desain interior mungkin masih rendah tapi bukan berarti tanpa perkembangan. Justru, desain interior diam-diam cukup potensial dan sanggup menyumbang 7% lebih untuk ekonomi nasional. Apalagi kalau awareness masyarakat dan kreativitas desainnya terus ditingkatkan. 

  • Perfilman 

Indonesia punya industri perfilman yang perkembangannya cukup bagus. Dibanding subsektor lain, kontribusinya sih masih lebih sedikit. Tapi punya potensi yang besar untuk terus maju dan menarik para investor.

  • Kerajinan Tangan

Selain fashion, ternyata kerajinan atau seni kriya masuk dalam top 3 industri kreatif. Belakangan ini, kontribusinya sekitar 15,80 %. Demi terus mendorong pelaku industri kriya, pemerintah sering mengadakan pelatihan, creative talk dan pameran.

  • Kuliner

Kuliner adalah subsektor ekonomi kreatif di Indonesia yang masuk top 3. Nggak heran sih karena Indonesia kan surganya makanan penuh cita rasa. Bayangkan saja setiap daerah punya olahan khas tersendiri.

Ya tentu potensinya akan terus naik. Akhir-akhir ini, kontribusi kuliner bagi ekonomi sekitar 40%. 

  • Desain Komunikasi Visual

Mungkin jarang terdengar tapi DKV merupakan subsektor yang berkembang pesat, lho. Kontribusinya bagi peningkatan ekonomi sekitar 9% dan masih berpotensi untuk naik. Apalagi DKV punya efek snowball untuk top 3 subsektor yaitu kuliner, fashion dan kerajinan. 

  • Musik

Musik jadi industri yang sebenarnya punya peluang untuk menambah uang negara. Saat ini, kontribusinya tergolong minim. Alasan utama karena kurangnya infrastruktur dan masalah pembajakan. Tapi, era digital bisa memulihkan karena distribusi musik lebih gampang. 

  • Periklanan

Industri periklanan menyumbang sekitar 6% lebih untuk ekonomi kreatif. Potensinya untuk terus meningkat jelas ada. Makanya, pemerintah berupaya lewat berbagai program pendampingan dan pelatihan bagi para pegiat industri kreatif. 

  • Seni Rupa

Subsektor seni rupa punya produk yang meliputi patung, lukisan, ukiran, kaligrafi dan seni fotografi. Perkembangannya cukup baik dan punya andil untuk pertumbuhan ekonomi. Beberapa pameran juga sering diadakan sebagai bentuk apresiasi dan menarik pembeli. 

  • Penerbitan

Indonesia punya banyak penulis, sastrawan dan peneliti yang handal serta aktif. Nggak heran kalau penerbitan jadi salah satu subsektor unggulan. Perkembangan penerbitan didorong dengan cara memberi fasilitas dan membuat kebijakan yang meringankan. 

  • Radio dan Televisi

Industri radio & televisi masih eksis di perekonomian Indonesia. Subsektor ini banyak mengambil  tenaga kerja apalagi memang sering melakukan regenerasi karyawan. Kontribusi yang diberikan bisa sampai 4%. 

  • Game

Subsektor game cukup menjanjikan dan potensial bagi ekonomi kreatif. Banyak tenaga kerja yang diserap sehingga membantu meminimalisir pengangguran. Jumlah developer lokal juga cenderung naik. Itulah mengapa subsektor ini punya peluang.

Potensi Indonesia di dunia ekonomi kreatif sangat besar apalagi banyak subsektor yang dikembangkan. Ditambah lagi Indonesia punya SDM berlimpah dengan kreativitas tinggi dan kearifan lokal yang beragam.

Sumber : https://www.kemenparekraf.go.id/

Similar Posts