Yuk Kenali Fungsi Enzim Ptialin dan Contohnya!

Yuk Kenali Fungsi Enzim Ptialin dan Contohnya!

Manusia tidak pernah lepas dari makanan, terutama makanan yang mengandung karbohidrat, dimana digunakan sebagai sumber energi.

Untuk mengubah karbohidrat menjadi energi, tubuh memerlukan bantuan enzim, salah satunya enzim ptialin atau biasa disebut amilase saliva (enzim ini terdapat pada air liur).

Amilase saliva tersebut merupakan salah satu jenis enzim amilase yang paling pertama memecah karbohidrat pada saat makan. Enzim amilase sendiri secara alami diproduksi oleh tubuh manusia.

Fungsi Enzim Ptialin

Sebelumnya, tahukah kamu apa itu enzim? Enzim merupakan sebuah jenis protein yang ditemukan di dalam sel. Cara kerja dari enzim sendiri yaitu dengan menciptakan reaksi kimia agar tubuh dapat berfungsi secara optimal.

Salah satu enzim yang ada dalam tubuh adalah enzim ptialin. Seperti yang sudah disebutkan, enzim yang satu ini disebut juga sebagai amilase saliva. Hal ini disebabkan oleh keberadaannya pada air liur. Enzim ini juga terkadang disebut enzim alfa-amilase.

Setiap enzim yang dihasilkan tubuh pasti memiliki fungsi masing-masing, termasuk amilase saliva ini. Apa sajakah fungsi dari amilase-saliva? Yuk perhatikan poin-poin berikut untuk mengetahui jawabannya.

Untuk Mendukung Proses Pencernaan

Amilase-saliva merupakan salah satu enzim yang termasuk dalam enzim pencernaan manusia sehingga memiliki fungsi untuk mendukung proses pencernaan. enzim ptialin merupakan enzim yang paling banyak ditemui dalam air liur. Air liur ini bagaikan tempat tinggal bagi ptialin yang berfungsi untuk memperlancar proses cerna.

Apa yang terjadi apabila produksi enzim ini terganggu? Jawabannya yaitu nutrisi dalam makanan dan minuman tidak dapat diserap dengan baik oleh usus.

Sebagai Indikator Kanker

Tidak hanya berfungsi untuk memperlancar proses pencernaan, amilase saliva juga bisa dijadikan indicator kanker. Penelitian membuktikan bahwa jumlah ptialin pada penderita kanker lebih tinggi dibandingkan dengan orang sehat.  Hal ini dikaitkan dengan respon peradangan dalam tubuh yang akan melawan sel kanker.

Perlu kamu ketahui, hasil penelitian tersebut tidak bisa menjadi acuan utama untuk mendiagnosis penyakit kanker. pemeriksaan kanker masih didiagnosis dengan tes berupa biopsy, MRI, Rontgen, atau CT-scan.

Sebagai Indikator Stress

Masalah kesehatan pada manusia memang sangat beragam, salah satunya yaitu stress. Stress adalah hal yang umum dialami oleh banyak orang, termasuk pelajar, pegawai swasta, ibu rumah tangga, atau siapapun itu.

Ternyata, jumlah ptialin dalam tubuh dapat dujadikan indicator stress. Menurut penelitian, situasi yang memicu stress dapat meningkatkan produksi enzim ptialin dalam tubuh.

Dibandingkan dengan seseorang yang normal, jumlah ptialin yang dihasilkan oleh penderita stress tampak lebih tinggi. Dan sebaliknya, seseorang yang sudah tenang setelah menghadapi stress akan mengahsilkan ptialin dalam jumlah yang lebih sedikit. Hal ini dikaitkan dengan adanya peningkatan hormone stress, yakni adrenalin dan kortisol.